selatsunda.id — Startup energi hijau SunCore Palangkaraya kembali mencuri perhatian publik setelah memperkenalkan atap panel surya transparan generasi baru.
Produk ini dirancang untuk memadukan fungsi estetika dan efisiensi energi dalam satu elemen arsitektur, menjadikannya solusi ideal bagi hunian tropis dan bangunan komersial modern.
“Kami ingin energi terbarukan tidak hanya efisien, tapi juga indah dan relevan bagi kehidupan perkotaan,” ujar Lendra Yusuf, CEO SunCore, dalam konferensi peluncuran di Palangkaraya Green Expo.
Atap panel surya ini memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam ruangan tanpa mengorbankan efisiensi konversi energi listrik.
Baca Juga: “NexSphere Samarinda Hadirkan Kaca Pintar Pengatur Cahaya“
SunCore Palangkaraya Bangun Teknologi Transparan dengan Efisiensi Tinggi
SunCore menggunakan material fotovoltaik semi-transparan berbasis perovskite glass, yang mampu menyerap hingga 70% energi matahari sambil tetap memancarkan cahaya alami.
Lapisan kaca pelindungnya dilengkapi nano-coating yang berfungsi sebagai filter UV dan penahan panas, menjaga suhu ruangan tetap stabil.
Fitur unggulan atap SunCore transparan:
- ☀️ SolarLight Filter: mengubah sinar matahari menjadi energi tanpa membuat ruangan silau.
- 🔋 Dual-Layer Cell: menghasilkan listrik dari dua sisi panel, atas dan bawah.
- 🌦️ Weather Adaptive Mode: menyesuaikan daya serap energi berdasarkan cuaca.
- 💧 Self-Clean Nano Surface: permukaan otomatis membersihkan debu dan air hujan.
“Dengan teknologi ini, atap tak lagi sekadar pelindung, melainkan sumber daya,” jelas Lendra.
Setiap meter persegi panel mampu menghasilkan 160 watt listrik per jam, cukup untuk menyalakan empat lampu LED dan satu kipas kecil — ideal untuk rumah tangga kecil dan kafe modern.
SunCore Palangkaraya Dengan Desain untuk Arsitektur Tropis dan Bangunan Modern
SunCore menggandeng Desain Studio Kalimantan (DSK) untuk merancang bentuk atap yang menyesuaikan kebutuhan iklim tropis lembap.
Panel dirancang dengan sudut kemiringan adaptif, sehingga air hujan mengalir cepat dan tidak mengurangi penyerapan sinar.
Menurut Arsitek Fira Alamsyah, desain ini terinspirasi dari struktur daun palem — ringan, fleksibel, namun kuat menahan cuaca ekstrem.
Manfaat arsitektural panel surya transparan:
- Memaksimalkan pencahayaan alami hingga 40%.
- Mengurangi kebutuhan AC hingga 25% karena penurunan suhu ruangan.
- Menambah nilai estetika rumah tanpa tampilan panel tradisional.
“Desainnya futuristik tapi tetap menyatu dengan elemen tropis. Ini bukan hanya efisien, tapi juga elegan,” ujar Fira.
Uji Efisiensi Energi dan Daya Tahan
Sebelum diluncurkan ke pasar, SunCore melakukan uji coba di Pusat Teknologi Surya Palangkaraya selama enam bulan.
Panel diuji terhadap panas ekstrem hingga 38°C, kelembapan tinggi, dan curah hujan intens.
Hasilnya menunjukkan:
- Efisiensi energi tetap stabil di angka 19–21% meski dalam kondisi mendung.
- Lapisan pelindung tetap jernih setelah 200 jam paparan air hujan.
- Tidak ada degradasi daya lebih dari 2% setelah tiga bulan uji operasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi hijau tidak perlu kompromi antara keindahan dan daya tahan,” ujar Nadia Ramadhani, Kepala Laboratorium SunCore.
Produksi Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat
Yang membuat proyek ini menarik, seluruh proses perakitan dilakukan di Palangkaraya Industrial Tech Park, menggunakan material lokal dan tenaga kerja daerah.
SunCore bekerja sama dengan SMK Energi Mandiri Palangkaraya untuk melatih siswa menjadi teknisi panel surya bersertifikat.
Langkah pemberdayaan yang dilakukan:
- Pelatihan pemasangan dan perawatan panel surya.
- Program magang teknisi muda di pabrik SunCore.
- Skema kredit ringan bagi warga yang ingin memasang atap surya di rumah.
“Kami tidak hanya menjual produk, tapi menciptakan ekosistem energi hijau dari bawah,” ujar Lendra.
Inisiatif ini membantu menciptakan lebih dari 120 lapangan kerja baru di bidang teknologi energi bersih di Kalimantan Tengah.
Potensi Pasar dan Kolaborasi Internasional
Minat terhadap panel transparan meningkat di sektor properti premium dan ruang publik seperti kafe, mal, dan bandara.
SunCore kini sedang menjajaki kolaborasi dengan Universitas Kyoto Jepang untuk riset material perovskite tahan panas tropis.
Selain itu, pemerintah daerah Palangkaraya telah menandatangani nota kesepahaman untuk memasang 2.000 meter persegi panel SunCore di gedung perkantoran kota.
“Kami ingin Palangkaraya menjadi pusat energi terbarukan di Kalimantan,” ujar Rudi Santoso, Kepala Dinas ESDM setempat.
Dengan kapasitas produksi 10.000 meter persegi per tahun, SunCore menargetkan ekspor perdana ke Malaysia dan Filipina pada tahun depan.
Refleksi – Energi Bersih, Arsitektur Indah
SunCore Palangkaraya menunjukkan bahwa masa depan energi terbarukan tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga estetika dan keberlanjutan.
Atap panel surya transparan membawa ide bahwa teknologi dapat hadir lembut — menyatu dengan desain ruang, bukan merusaknya.
Di tengah tantangan perubahan iklim, inovasi lokal seperti ini menjadi simbol bahwa solusi hijau bisa lahir dari kota kecil dan berdampak global.
Palangkaraya pun kini tidak hanya dikenal karena hutannya, tetapi juga karena visinya: membangun kota yang cerah dengan energi bersih dari cahaya matahari.
Baca Juga: “8 Inspirasi Desain Taman Teduh di Rumah, Cocok Buat Santai“









