selatsunda.id — Isu air bersih kini menjadi perhatian utama di banyak daerah Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat.
Menjawab tantangan tersebut, startup lingkungan HydroPure Mataram meluncurkan sistem penyaring air multifungsi berbasis sensor digital, yang mampu memantau kualitas air secara real-time dan menyesuaikan proses penyaringan secara otomatis.
“Kami ingin menghadirkan solusi air bersih yang efisien, hemat energi, dan bisa digunakan di rumah maupun fasilitas publik,” ujar Rendra Mahyudin, CEO HydroPure Mataram.
Teknologi ini dikembangkan oleh tim insinyur muda lokal yang sebelumnya bekerja di bidang teknologi agrikultur.
Mereka melihat potensi besar dalam menggabungkan Internet of Things (IoT) dengan sistem filtrasi air modern untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan air aman dan sehat.
Baca Juga: “NextLiving Pekanbaru Hadirkan Pintu Digital Terintegrasi Wajah AI“
HydroPure Mataram Kenalkan Cara Kerja Sistem Penyaring Air Multifungsi
Sistem penyaring air milik HydroPure menggunakan tiga lapisan filtrasi dan sensor otomatis untuk mendeteksi kekeruhan, pH, serta kadar mineral air.
Tahapan kerjanya meliputi:
- 💧 Filtrasi Awal: menyaring partikel besar seperti pasir dan lumpur.
- ⚗️ Nano-Carbon Layer: menghilangkan bau, logam berat, dan klorin.
- 🌿 Mineral Rebalance: menambahkan mineral alami untuk menjaga pH seimbang.
“Semua data bisa dipantau melalui aplikasi HydroConnect, yang memberi notifikasi saat filter perlu diganti,” jelas Rendra.
Uniknya, sistem ini dapat diatur untuk berbagai kebutuhan — dari air minum, irigasi taman, hingga pengolahan air limbah rumah tangga.
Dengan efisiensi daya rendah, alat ini juga cocok digunakan di wilayah dengan pasokan listrik terbatas.
HydroPure Mataram Kenalkan Inovasi Ramah Lingkungan
HydroPure Mataram menonjol karena menggunakan bahan penyaring dari serat kelapa dan batu zeolit lokal.
Keduanya dipilih karena ramah lingkungan dan mudah diperbarui, berbeda dari filter impor berbahan sintetis.
“Kami berkomitmen untuk mengurangi limbah karbon sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya lokal,” ujar Rani Oktaviani, Kepala R&D HydroPure.
Proses produksi dilakukan di workshop ramah lingkungan di daerah Sayang-Sayang, Mataram, dengan melibatkan warga sekitar untuk merakit unit penyaring dan kemasan.
Langkah ini membantu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
HydroPure Mataram Uji Lapangan dan Respons Pengguna
Sebelum dipasarkan secara luas, HydroPure telah diuji di 20 lokasi berbeda, mulai dari sekolah, rumah tangga, hingga restoran di Mataram.
Hasilnya menunjukkan peningkatan kualitas air hingga 92% dibandingkan sistem penyaring konvensional.
“Air jadi lebih jernih dan tidak berbau. Anak-anak di sekolah kami juga lebih senang minum air isi ulang,” kata Sri Wahyuni, Kepala Sekolah SDN 3 Mataram, salah satu lokasi uji coba.
Umpan balik positif ini membuat HydroPure optimistis untuk memperluas pasar ke Lombok Tengah dan Bali.
Mereka kini bekerja sama dengan koperasi desa dan toko bangunan lokal untuk memasarkan produk dengan harga terjangkau.
Dukungan Pemerintah dan Akademisi
Inovasi ini mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup NTB dan Universitas Mataram, terutama dalam uji laboratorium dan pelatihan teknis bagi pengguna.
Kolaborasi tersebut memastikan produk sesuai standar kesehatan air nasional.
“Kami bantu verifikasi kualitas air yang dihasilkan agar pengguna merasa aman,” jelas Dr. Lalu Ahmad Zain, dosen Fakultas Teknik Universitas Mataram.
Pemerintah daerah menilai teknologi seperti ini dapat mendukung program NTB Zero Waste dan pengurangan ketergantungan terhadap air kemasan plastik.
Fitur Pintar untuk Rumah Modern
HydroPure Mataram juga memperkenalkan versi Smart Filter 3D, model penyaring dengan panel digital yang menampilkan kadar TDS (Total Dissolved Solids) dan volume air yang telah diolah.
Fitur tambahan seperti “Auto Clean Backflow” memungkinkan alat membersihkan dirinya sendiri tanpa perlu dibongkar.
Beberapa fitur unggulan:
- 📱 Koneksi Bluetooth & Wi-Fi untuk kontrol jarak jauh.
- ⚡ Efisiensi energi hingga 40% dibanding filter konvensional.
- 🔋 Baterai cadangan untuk kondisi listrik padam.
- 🧩 Desain modular yang mudah diganti per bagiannya.
“Kami ingin menjadikan filter air sebagai bagian dari gaya hidup smart living masyarakat modern,” tambah Rendra.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Sejak diluncurkan, HydroPure telah mempekerjakan lebih dari 35 tenaga lokal dan melatih mereka dalam bidang perakitan serta manajemen kualitas.
Produk ini juga berhasil mengurangi ketergantungan warga terhadap air galon sekali pakai, yang selama ini menjadi sumber limbah plastik.
“Setiap rumah yang beralih ke HydroPure dapat mengurangi hingga 120 botol plastik per bulan,” ungkap Rani Oktaviani.
Selain manfaat lingkungan, HydroPure juga menjadi contoh bagaimana startup lokal dapat menciptakan inovasi berdampak sosial nyata.
Refleksi – Air Bersih untuk Masa Depan Berkelanjutan
Kehadiran HydroPure Mataram membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat tumbuh dari kebutuhan lokal dan memberi solusi nyata.
Dengan menggabungkan kearifan sumber daya alam Indonesia dan teknologi modern, startup ini berhasil menciptakan produk berdaya guna tinggi sekaligus ramah lingkungan.
“Inovasi tidak harus besar, yang penting membawa manfaat bagi masyarakat,” tutup Rendra.
HydroPure kini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan teknologi air bersih berkelanjutan — demi masa depan yang sehat, hijau, dan mandiri.
Baca Juga: “Rumah Penuh Gadget? Begini Cara Internet Kamu Bertahan di Era Digital 2026“











