selatsunda.id – Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota inovasi lewat peluncuran Tirai Pintar Otomatis HomeNova, produk terbaru yang memadukan teknologi Internet of Things (IoT) dan desain interior modern.
Tirai ini mampu menyesuaikan cahaya dan suhu ruangan secara otomatis berdasarkan kondisi cuaca, waktu, serta preferensi pengguna.
“Kami ingin menghadirkan kenyamanan rumah yang adaptif dan efisien energi,” ujar Andi Saputra, CEO HomeNova Indonesia, saat peluncuran di Yogyakarta Convention Center.
Produk ini merupakan hasil riset tim HomeNova bersama Universitas Gadjah Mada dalam proyek “Smart Habitat 2025”, yang fokus pada pengembangan rumah pintar hemat energi di kawasan tropis.
Baca Juga: “KrisVision Bandung Rilis Proyektor Mini Wireless untuk Rumah“
HomeNova Yogyakarta Rilis Cara Kerja Tirai Pintar
Tirai pintar HomeNova dilengkapi dengan sensor cahaya, suhu, dan kelembapan, yang bekerja secara real time.
Ketika sinar matahari terlalu terik, tirai akan menutup sebagian untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
Sebaliknya, saat sore hari, tirai akan terbuka otomatis agar ruangan mendapat pencahayaan alami tanpa lampu tambahan.
“Semua diatur lewat sistem otomatis, tapi pengguna tetap bisa mengendalikan manual lewat aplikasi HomeNova SmartLife,” jelas Dewi Kartika, Product Manager HomeNova.
Fitur unggulan lainnya adalah integrasi dengan asisten suara, seperti Google Home dan Alexa, yang memungkinkan pengguna mengontrol tirai hanya dengan perintah suara.
Fitur Utama Tirai Pintar HomeNova
- 🌤️ Sensor adaptif cahaya dan suhu otomatis.
- 📱 Kendali jarak jauh melalui aplikasi ponsel.
- 🔊 Terintegrasi dengan asisten suara pintar.
- 🔋 Hemat energi dan kompatibel dengan panel surya rumah.
HomeNova Yogyakarta Rilis Desain dan Material Ramah Lingkungan
Selain canggih, HomeNova menonjolkan aspek keberlanjutan melalui material eco-fabric yang digunakan.
Bahan kain tirai berasal dari serat daur ulang botol PET dengan lapisan anti-UV, tahan lembap, dan mudah dibersihkan.
“Kami ingin teknologi ini tidak hanya nyaman, tapi juga peduli lingkungan,” ujar Dewi.
Tirai tersedia dalam tiga varian warna lembut — sand beige, stone grey, dan olive green — yang dirancang agar cocok dengan interior rumah tropis minimalis.
Setiap model dapat disesuaikan dengan ukuran jendela dan dipasang tanpa perlu renovasi besar.
Pengalaman Pengguna Rumah Pintar
Salah satu pengguna awal, Rizal Aditya (34), warga Sleman, mengaku produk ini membantu menghemat penggunaan listrik hingga 20 persen per bulan.
“Sebelumnya, AC selalu menyala karena ruangan cepat panas. Sekarang tirai otomatis menyesuaikan cahaya, jadi suhu ruangan stabil,” katanya.
Selain efisiensi energi, pengguna juga menyoroti aspek kenyamanan.
Tirai bisa dijadwalkan untuk terbuka perlahan di pagi hari sebagai “alarm alami” dan tertutup saat malam tanpa suara bising.
Kolaborasi Lokal dan Dukungan UMKM
HomeNova menggandeng pengrajin lokal Yogyakarta untuk memproduksi komponen non-elektronik seperti rel, penyangga, dan finishing tirai.
Pendekatan ini menciptakan sinergi antara teknologi modern dan kerajinan tradisional.
“Setiap unit tirai memiliki sentuhan tangan pengrajin lokal. Kami ingin produk pintar tetap membawa nilai budaya,” ungkap Andi.
Program kolaborasi ini juga melibatkan 12 UMKM interior yang kini mendapatkan peluang baru di sektor teknologi rumah.
HomeNova menargetkan ekspor produk tirai pintar ke pasar Asia Tenggara pada 2026.
Tantangan dan Harapan Pengembangan
Meski potensinya besar, adopsi rumah pintar di Indonesia masih menghadapi tantangan harga dan literasi digital.
Namun, HomeNova menawarkan strategi agar produknya lebih terjangkau dengan skema cicilan dan paket instalasi sederhana.
“Kami ingin teknologi ini tidak hanya untuk kalangan premium. Masyarakat umum juga bisa menikmati kenyamanan smart living,” ujar Dewi.
Ke depan, HomeNova akan memperluas ekosistem produknya dengan lampu pintar, sensor gerak, dan sistem keamanan otomatis yang terhubung dalam satu aplikasi.
Menuju Kota Pintar dan Rumah Adaptif
Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik kehadiran inovasi ini sebagai bagian dari visi Smart City 2030.
Melalui kerja sama dengan startup lokal, pemerintah berharap teknologi semacam ini bisa diterapkan di hunian warga dan bangunan publik.
“Teknologi seperti tirai otomatis membantu penghematan energi kota hingga 15 persen jika diterapkan luas,” ujar Budi Santosa, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Yogyakarta.
Dengan dukungan komunitas desain interior dan arsitektur hijau, HomeNova diharapkan menjadi pionir dalam menghadirkan rumah adaptif, tempat teknologi berfungsi mendukung kehidupan yang lebih tenang, hemat energi, dan estetis.
Refleksi: Cahaya, Teknologi, dan Keseimbangan Rumah
Peluncuran tirai pintar HomeNova bukan sekadar inovasi produk, melainkan simbol transformasi gaya hidup urban yang lebih cerdas dan sadar lingkungan.
Teknologi kini hadir bukan untuk menggantikan manusia, tapi membantu menciptakan ruang yang lebih selaras dengan alam dan ritme kehidupan penghuninya.
“Kami percaya rumah masa depan bukan tentang kemewahan, tapi kenyamanan yang efisien dan berkelanjutan,” tutup Andi Saputra.
Dengan perpaduan desain, teknologi, dan nilai hijau, HomeNova Yogyakarta membuktikan bahwa kecerdasan rumah sejati dimulai dari cahaya — dan cara kita mengendalikannya.
Baca Juga: “Smart Home Day, Inovasi Rumah Pintar Diminati Dunia“
