selatsunda.id – Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi rumah tangga, EcoSense Balikpapan resmi meluncurkan sistem pemanas air energi hybrid yang memadukan tenaga surya dan listrik pintar.
Produk ini diklaim mampu menghemat konsumsi energi hingga 40 persen dibandingkan pemanas air konvensional.
“Kami ingin membantu masyarakat Balikpapan beralih ke solusi energi bersih tanpa kehilangan kenyamanan,” ujar Rama Santoso, CEO EcoSense Indonesia.
Peluncuran produk ini mendapat sambutan positif, terutama dari kalangan profesional muda dan pemilik hunian modern yang mulai sadar pentingnya penggunaan energi ramah lingkungan di rumah.
Baca Juga: “PlayNest Makassar Ciptakan Platform Game AR untuk Keluarga“
EcoSense Balikpapan Kenalkan Cara Kerja Teknologi Hybrid
Sistem pemanas air hybrid ini menggabungkan dua sumber energi utama — tenaga surya dan listrik — yang bekerja secara otomatis sesuai kondisi cuaca dan kebutuhan rumah tangga.
Ketika matahari cukup terik, sistem hanya menggunakan energi surya untuk memanaskan air. Namun saat cuaca mendung, sistem secara cerdas beralih ke listrik berdaya rendah.
“Prinsipnya, pengguna tidak perlu memilih sumber energi. Sistem sudah menyesuaikan secara otomatis,” jelas Nadia Putri, Head of Product EcoSense.
Sistem ini juga dilengkapi fitur IoT (Internet of Things) yang memungkinkan pengguna memantau konsumsi energi dan suhu air melalui aplikasi ponsel.
Keunggulan Teknologi Hybrid EcoSense
- 🌞 Daya Surya Otomatis: Menyerap panas optimal dari panel surya khusus.
- ⚡ Backup Listrik Pintar: Aktif hanya saat cuaca ekstrem.
- 📱 Kendali Digital: Atur suhu dan jadwal pemanasan via aplikasi.
- 🔋 Efisiensi Energi 40%: Dibanding pemanas listrik konvensional.
EcoSense Balikpapan, Ramah Lingkungan dan Ekonomis
EcoSense menargetkan solusi ini sebagai langkah nyata menuju rumah tangga rendah emisi.
Panel surya yang digunakan dilapisi teknologi photovoltaic adaptive, memungkinkan penyerapan energi lebih tinggi di bawah sinar matahari tropis.
Selain itu, sistem hybrid menggunakan tangki berisolasi ganda yang mampu mempertahankan panas hingga 24 jam tanpa tambahan energi.
“Kami tidak hanya bicara hemat listrik, tapi juga mengurangi jejak karbon harian masyarakat,” tambah Nadia.
Dengan harga awal sekitar Rp 9 juta per unit, pengguna bisa menghemat biaya listrik hingga Rp 250 ribu per bulan, membuat produk ini menjadi investasi jangka panjang bagi keluarga urban.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Komunitas Hijau
Pemerintah Kota Balikpapan menyambut baik inisiatif EcoSense karena sejalan dengan program “Balikpapan Hijau 2030.”
Melalui Dinas Energi dan Lingkungan Hidup, pemerintah memberikan dukungan berupa penyuluhan publik dan potongan pajak instalasi panel surya.
“Inovasi seperti EcoSense sangat penting bagi kota kami yang berkomitmen menjadi kota rendah emisi,” ujar H. Syaiful Rahman, Kepala DLH Balikpapan.
EcoSense juga bekerja sama dengan komunitas GreenHome Balikpapan untuk mengadakan workshop edukasi energi rumah tangga, mengajarkan masyarakat cara merawat panel surya dan mengoptimalkan pemanas hybrid.
Tantangan dan Solusi Penerapan Teknologi
Meskipun inovasi ini menjanjikan, tantangan tetap muncul — terutama soal biaya awal pemasangan dan keterbatasan tenaga ahli.
Namun EcoSense telah menyiapkan strategi edukatif dan kemitraan lokal untuk memperluas adopsi.
“Kami melatih teknisi lokal agar instalasi dan perawatan bisa dilakukan cepat dan efisien,” kata Rama.
EcoSense juga menyediakan layanan cicilan ringan dan garansi lima tahun, agar masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati teknologi ramah lingkungan ini.
Selain itu, perusahaan menggandeng perusahaan listrik daerah untuk menguji integrasi sistem hybrid dengan jaringan listrik rumah konvensional.
Dukungan Teknologi Lokal dan Produksi Dalam Negeri
Produk pemanas hybrid ini dikembangkan dan dirakit sepenuhnya di fasilitas EcoSense di Balikpapan.
Sebagian besar komponennya menggunakan material lokal, termasuk tangki berbahan stainless steel antikarat buatan Surabaya dan sensor digital dari Bandung TechnoHub.
“Kami bangga karena 80 persen materialnya produk dalam negeri,” ungkap Nadia.
Langkah ini sekaligus mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat industri hijau nasional dan mengurangi ketergantungan impor perangkat energi rumah tangga.
Menuju Ekosistem Rumah Energi Pintar
EcoSense berencana mengintegrasikan pemanas air hybrid dengan sistem rumah pintar (smart home ecosystem).
Dengan itu, pengguna dapat menghubungkan tirai otomatis, lampu hemat energi, dan sensor suhu dalam satu aplikasi.
Konsep ini membuat rumah menjadi lebih efisien dan nyaman tanpa membuang energi berlebih.
“Bayangkan rumah yang tahu kapan Anda bangun, menyalakan pemanas air, dan menyesuaikan suhu ruangan secara otomatis — itulah visi kami,” ujar Rama optimistis.
Ke depan, EcoSense berambisi memperluas pasar ke kota besar lain seperti Surabaya, Bandung, dan Medan, sembari tetap menjaga komitmen terhadap energi bersih dan produksi lokal.
Refleksi: Energi Hijau, Masa Depan Rumah Tangga
Kehadiran sistem pemanas air hybrid dari EcoSense Balikpapan menjadi tonggak penting dalam revolusi energi rumah tangga Indonesia.
Lebih dari sekadar produk, inovasi ini mencerminkan pergeseran budaya konsumsi energi menuju arah yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
“Energi bersih bukan lagi gaya hidup mahal, tapi kebutuhan masa depan,” tutup Rama Santoso.
Dengan perpaduan teknologi, efisiensi, dan kepedulian lingkungan, EcoSense membuktikan bahwa masa depan energi hijau dimulai dari rumah — dan dari Balikpapan.
Baca Juga: “Mimpi Rumah Pintar Kini di Depan Mata, Berapa Biaya yang Harus Disiapkan?“









