selatsunda.id — NexSphere Samarinda resmi memperkenalkan inovasi terbaru di bidang teknologi arsitektur: kaca pintar pengatur cahaya otomatis.
Produk ini menjadi bagian dari upaya perusahaan lokal menghadirkan solusi hunian modern yang efisien energi dan ramah lingkungan.
Kaca pintar ini dapat menyesuaikan tingkat kecerahan dan transparansi sesuai cahaya matahari serta suhu ruangan. Dengan sensor canggih berbasis AI, sistemnya mampu membaca pola sinar, cuaca, dan kebiasaan penghuni rumah dalam mengatur pencahayaan.
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mendidik masyarakat tentang efisiensi energi di rumah,” ujar Arga Prasetyo, CEO NexSphere Samarinda.
Baca Juga: “VisionHaus Makassar Hadirkan TV Transparan Pertama Timur“
NexSphere Samarinda Hadirkan Teknologi Electrochromic yang Adaptif
Inovasi kaca pintar ini mengusung teknologi electrochromic — lapisan kaca yang dapat berubah warna atau tingkat transparansi ketika dialiri arus listrik.
Ketika matahari terik, kaca otomatis menurunkan tingkat transparansi untuk mengurangi panas masuk. Sebaliknya, saat sore hari atau cuaca mendung, sistem membuka kembali agar cahaya alami tetap masuk.
Keunggulan utama kaca pintar NexSphere:
- ☀️ Auto Bright Control: menyesuaikan kecerahan sesuai intensitas cahaya luar.
- 🌡️ ThermoSense Layer: menurunkan suhu ruangan hingga 4°C tanpa pendingin tambahan.
- 🔋 Smart Energy Mode: menghemat konsumsi listrik hingga 30%.
- 📱 App Control System: bisa dikendalikan lewat ponsel atau sistem smart home.
“Dengan sistem electrochromic ini, penghuni tak perlu lagi menutup tirai atau menyalakan lampu siang hari,” tambah Arga.
Teknologi ini juga dilengkapi lapisan anti-UV dan self-cleaning yang menjaga kaca tetap jernih meski digunakan bertahun-tahun.
NexSphere Samarinda Kolaborasi dengan Arsitek Lokal
Untuk tahap awal, NexSphere menggandeng arsitek dan pengembang lokal Samarinda dalam proyek percontohan rumah pintar di kawasan Sunrise EcoResidences.
Kaca pintar dipasang di area ruang tamu, dapur, dan ruang kerja, di mana pencahayaan alami memainkan peran penting bagi kenyamanan.
“Arsitektur masa depan harus menyatu dengan teknologi,” ujar Dira Naufal, arsitek yang ikut dalam proyek ini.
“Kaca pintar bukan hanya elemen estetika, tapi bagian dari sistem sirkulasi cahaya yang cerdas.”
Penerapan sistem ini diharapkan dapat menginspirasi proyek-proyek rumah tropis modern di Kalimantan Timur yang mengutamakan efisiensi energi dan desain terbuka.
Efisiensi Energi dan Dampak Lingkungan
Selain meningkatkan kenyamanan, kaca pintar NexSphere juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon rumah tangga.
Dengan mengurangi kebutuhan pendingin ruangan dan pencahayaan buatan, konsumsi listrik bisa turun hingga seperempat dari total penggunaan rata-rata rumah urban.
Menurut hasil uji lapangan, satu unit rumah berukuran 120 m² dengan kaca pintar mampu menekan pemakaian listrik 18% dalam tiga bulan pertama.
Selain itu, penggunaan bahan kaca daur ulang menambah nilai keberlanjutan dari produk ini.
“Kami memproduksi 70% komponennya secara lokal untuk menekan jejak karbon distribusi,” jelas Arga Prasetyo.
Langkah ini sejalan dengan tren arsitektur hijau dan kebijakan nasional menuju net-zero emission.
Desain untuk Rumah Tropis Modern
Kaca pintar NexSphere dirancang menyesuaikan iklim tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembap.
Lapisan film reflektifnya mampu mengurangi silau tanpa menghalangi panorama luar ruangan, menjadikannya ideal untuk rumah dengan bukaan besar.
Keunggulan desain tropis NexSphere:
- Mengatur panas dan cahaya tanpa tirai tambahan.
- Cocok untuk fasad kaca besar pada rumah tropis minimalis.
- Dapat digabung dengan sistem ventilasi alami.
“Kami tidak hanya menjual produk, tapi menciptakan gaya hidup baru — rumah yang cerdas, hemat, dan indah,” kata Dira.
Potensi Pasar dan Ekspansi Nasional
Melihat respons positif dari pengembang dan konsumen, NexSphere berencana memperluas pasar ke Balikpapan, Makassar, dan Yogyakarta.
Permintaan terhadap material bangunan pintar meningkat pesat seiring tren smart living di kalangan urban muda.
Perusahaan juga tengah menyiapkan versi “SmartGlass Lite”, yang ditujukan untuk segmen rumah menengah dengan harga lebih terjangkau.
“Kami ingin teknologi ini tidak hanya dinikmati segelintir orang, tapi menjadi bagian umum dari desain rumah masa depan,” tegas Arga.
NexSphere bekerja sama dengan startup energi lokal untuk mengintegrasikan panel surya kecil yang langsung menyuplai daya pada kaca pintar tanpa ketergantungan listrik utama.
Refleksi – Cahaya Cerdas, Gaya Hidup Baru
Kehadiran NexSphere Samarinda membuktikan bahwa inovasi teknologi arsitektur tidak harus datang dari kota besar.
Dengan menggabungkan keindahan desain, efisiensi energi, dan kecerdasan buatan, mereka menawarkan masa depan baru bagi hunian tropis Indonesia.
Kaca pintar bukan sekadar tren, tapi simbol perubahan cara hidup: efisien, sadar lingkungan, dan terkoneksi.
Melalui inovasi ini, Samarinda kini menegaskan diri sebagai salah satu kota yang siap memimpin transformasi menuju ekosistem rumah pintar hijau dan berkelanjutan.
“Teknologi terbaik adalah yang tak terasa bekerja, tapi membuat hidup jadi lebih baik,” tutup Arga dengan senyum yakin.
Baca Juga: “Gagas Inovasi Nanoteknologi Air Bersih, Mahasiswa UNAIR Bawa Pulang 2 Penghargaan“











